10 Tren Konten Marketing 2015

5 Feb 2015

Gambar : Google

Mengutip dari majalah Mix, ada 10 trend konten marketing tahun 2015 yang dapat dimaksimalkan khususnya soal konten. Apa saja, berikut detailnya.

1. Platform niche media akan semakin bermunculan. Akan semakin banyak brand yang membuat platform konten-dengan membeli dari perusahaan media, ketimbang menciptakan sendiri, karena sejatinya marketer bukanlah seorang storyteller.

Perusahaan non-media terbesar di dunia selalu membutuhkan perusahaan media yang sukses lewat jurnalisnya, para editor, dan broadcaster-nya.

2. Konsumen dan karyawan akan banyak terlibat dalam menciptakan konten. Jay Baer, President Convince & Convert mengatakan brand akan semakin melibatkan karyawan dan konsumennya dalam menciptakan konten.

“Tak hanya melibatkan divisi pemasaran, akan ada inisiatif yang mengandalkan user-generated content dengan cara yang lebih luas dan sangat strategis,” jelasnya. “Sumber konten terbaik di sebagian besar perusahaan mungkin justru ada di dekat Anda, yaitu karyawan dan konsumen Anda.”

3. Kanal vertikal akan menghadirkan peluang menguntungkan. Dengan membangun high-value vertical content channel, brand akan dapat memiliki topik atau subyek tertentu, kata Newell Thompson, Vice President of Content Marketing & Strategies Time Inc.

“Pengiklan yang ingin memiliki percakapan bermakna dan mampu melibatkan konsumen pentingnya, akan mengikuti mereka (konsumen-red).”

4. there will be a fundamental shift in thought leadership. Menurut Tim Williams, Founder Ignition Consulting Group, mulai dari tweet, blog post, hingga ke surat kabar, perusahaan harus tetap berpegang pada strategi yang tepat untuk melibatkan audiens. “Intinya bukan hanya bagaimana konsumen berguna di dalamnya,” ujarnya.

“Bagi perusahaan B2B, uji lakmus dari program pemasaran konten yang efektif adalah selalu ajukan pertanyaan “akankah konsumen dan target pasar kita menemukan bahwa konten ini berguna?”

5. Content creators will need to keep it brief. Nadine Diets, creator The CMO Solution Clubhouse paham bahwa kebanyakan orang menekan waktu. Kreator konten perlu menyaring konten yang menarik menjadi penting untuk melibatkan pembaca.

“Marketer sebaiknya tidak menghapus kata kuncu yang relevan. Marketer butuh memecahkan solusi agar konsumen tetap mengonsumsi content di waktu mereka yang singkat,”imbuhnya.

6. menurut Dave Kerpen, CEO Likeable Local, content marketing nantinya akan menggunakan mediaum yang beragam (multimedia) seperti medium video, audio, ataupun slideshow. Brand pun berlomba-lomba menjadikan content marketing mereka paling standout dengan mendium tersebut.

7. Senada dengan Dave Kerpen, Renee Warren, President & CEO Onboardly memprediksikan bahwa pada 2015 perusahaan akan mulai lebih menonjolkan content audio dan visual.

“Agar mendapatkan perhatian dari konsumen, brand harus menggunakan content strategy lain misalnya dengan creative video dan variasi visual yang tentunya menarik perhatian mereka, “imbuh Warren. Brand juga perlu melakukan taktit content repurposing-mempromosikan content yang sama pada kanal media yang berbeda.

8. Menurut Ryan Buckley, Co Founder Scripted, content marketing harus berkarakteristik hyperlocal. Hal tersebut dinilai Buckley akan menjadi senjata yang efektif terutama untuk perusahaan yang bergantung pada bisnis lokal seperti restoran atau car dealership.

“Agar mampun menghasilkan hyperlocal content, perusahaan seperti itu butuh penulis yang memang penduduk di area tertentu. Ini memang sulit karena tentunya butuh banyak sekali penulis. Tapi menurutnya, hasilnya nanti akan terbayar karena hyperlocal content akan menawarkan persepektif yang baru.”

9. Menurut Neil Patel, Co-Founder Crazy Egg dan KISSmetrics, content marketing akan lebih dari sekadar infografik. Oleh karena itu marketers harus memberikan efek ‘wow’ dan mendorong pembaca untuk share. Oleh karena itu, Patel menyarankan menggunakan efek seperti parallax, 3D infographics, or animated infographics.

10. Oscar Garcia, CEO Chamber Commerce Mountaint View, memprediksikan content marketing akan banyak memuat video berdurasi pendek yang mengulas tentang storymonial dari konsumen untuk menciptakan brand experience.

Strategi tersebut, lanjutnya, akan menjadi andalan marketers. Dengan teknologi yang semakin berkembang, wearable misalnya, marketers harus siap mengadaptasikan content marketing-nya sehingga mereka bisa mencapai tiga hal; bercerita tentang brand lebih baik lagi, menciptakan engagement dengan konsument, serta meningkatkan consumer experience.

Sumber : Majalah MIX edisi 01/XII (Januari-Februari)


TAGS Tips Pemasaran pemasaran konten


-

Author

Follow Me