Liga Blogger Indonesia

Ngeblog dengan Rasa Kompetisi

Menjual Uang demi uang

Posted by dotsemarang On August - 27 - 2010

pedagang uang jalanan

Jalanan utama kota Semarang terutama Pahlawan sangat ramai bila dibandingkan ruas-ruas jalan lainnya. Hilir mudik kendaraan, baik mobil dan motor silih berganti dengan plat kesayangan mereka, H. Tanda plat di Semarang. Apalagi di bulan puasa ini, banyak pahala bertaburan di mana-mana tinggal seberapa maksimalnya seseorang untuk memanfaatkan situasi dalam bulan ini.

Tidak terkecuali para penjual uang jalanan yang sudah berdagang yang tak lazim bila bukan bulan puasa. Melawan panasnya terik matahari dan berdiri diantara bangunan-bangunan tinggi menjulang ke langit, mereka tetap bersemangat. Dari pagi hingga menjelang sore, mereka tetap berupaya untuk mengais rejeki meskipun hanya sedikit. Satu kata, halal.

Coba mampir saja di jalan pahlawan dari pagi hingga sore, pasti menemukan mereka. Tua muda, laki-laki bahkan wanita, semua berupaya memanfaatkan satu tahun sekali ini untuk mencari tambahan penghasilan.

Salah satunya mas Dodi, penjual uang jalanan. ya, nggak seberapa mas untungnya, sekitar 10% dari uang yang bisa dijual,katanya dengan polos. Mas dodi adalah salah satu orang yang dijumpai yang sedang menunggu orang-orang yang ingin malas mengantri di bank. Pecahan 10 ribu yang dibikin menjadi 100 ribu, di bungkus rapi dalam plastik yang berplester. Jadi orang yang ingin menukar uang pecahan 100 ribu bisa langsung membawanya namun dengan harga lebih sedikit.

Kalao di bank, pasti ngantri mas. Makanya cara menukar uang ini adalah alternatif bagi orang-orang yang membutuhkan pada saat hari raya nanti, alias THR yang dapat digunakan, mas Dodi sambil menjulurkan tangan kirinya ke jalan.

Demi rupiah sekali lagi, masyarakat bisa melakukan apapun. Mobil-mobil yang lewat dengan merek-merek mahal mungkin menyepelekan kerja keras mereka. Tapi inilah hidup, mau dibuat gampang atau mau susah. Sejatinya manusia sesungguhnya biasanya mau yang mudah-mudah saja.

Penjual uang jalanan ini sebenarnya memberikan manfaat bagi orang-orang yang malas mau rebutan tempat antri hanya untuk menukar uang 100 ribu perak di bank. Mana ada yang mau. Peluh keringat mereka mungkin hanya bisa dirasakan oleh manusia yang ingin berusaha. Mau bahagia ya kerja keras. Mau kaya ya berusaha asal positif.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • TwitThis

One Response to “Menjual Uang demi uang”

  1. isdiyanto says:

    jasa penukaran uang seperti itu selalu ada menjelang lebaran,
    sepanjang jalan pahlawan, jalan imam bardjo, jalan ahmad yani dan lainnnya,
    selalu banyak yang menawarkan penukaran uang baru,
    untuk dibagi-bagikan saat lebaran…
    cukup membantu juga bagi masyarakat yang tidak sempat mengantri di bank.

Leave a Reply


About Me

Liga blogger Indonesia adalah kompetisi blog yang dibuat oleh dotsemarang untuk memberi semangat baru dalam menulis

Twitter

    Photos

    Activate the Flickrss plugin to see the image thumbnails!