
Sering kita dengar yang namanya pasar ramadhan saat bulan puasa. Beragam kuliner khas jajanan tradisonal semuanya dijual disana. Bukan hanya jajanan tentunya, tapi juga segala pernak-pernik yang berhubungan dengan bulan puasa.
Di Semarang sendiri, pasar dugderan ibarat pasar yang rata-rata sama seperti pasar-pasar tradisional lainnya. Namun, demi menyambut bulan ramadhan, pasar dugderan seakan menjadi pasar yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga Semarang.
Pasar dugderan terletak di daerah pasar Johar. Jadi,semua akses ke pasar ini ditutup untuk memeriahkan pasar dugderan tiap tahun ini. berbagai hiburan pun menjadi lebih menarik bagi warga Semarang.
Bukan hanya para pedagang yang diuntungkan dengan barang jualan mereka. Mulai dari pakaian, peralatan sholat, kuliner dan sebagainya. Namun, warga Semarang pun seperti terbius sebuah tradisi yang begitu melekat tiap tahun ini. Kebersamaan bersama keluarga menjadi keuntungan tersendiri bagi warga yang mau memanfaatkan pasar Dugderan.
Pedagang yang ikut ambil bagian pun bukan hanya pedagang dari Semarang sendiri. Banyak pedagang yang berasal dari luar kota ikut ambil bagian. Mereka menjual kerajinan - kerajinan yang berasal dari kota mereka. Tak ayal, dotter’s melihat itu semua menjadi daya tarik lebih di pasar dugderan ini ketimbang pasar tradisional yang biasanya.
Berdekatan dengan masjid agung Semarang atau terkenalnya masjid kauman, pasar ini menambah nilai religius dan nilai sejarah kota yang lagi mencanangkan visit Jateng 2013 ini. Kita tahu, Semarang adalah ibukota Jawa Tengah. Dengan slogan “Semarang Setara” diharapkan, tradisi pasar dugderan bukan sekedar pasar yang keberadaannya sebagai pelengkap di bulan puasa. Namun menjadi daya tarik pariwisata tersendiri nantinya.
Pasar dugderan sudah menjadi ikon tradisi kota Semarang. Bila pemerintah lebih serius mengelola pasar yang banyak menutup ruas jalan daerah Johar ini, tak ayal pasar dugderan menjadi pusat pariwisata bagi wisatawan yang mau datang ke Semarang.



