
Ada yang unik tiap bulan puasa di jalan Pahlawan, Semarang. Masyarakat Semarang mulai generasi muda dan tua berbondong-bondong menjual jajanan khas bulan puasa yaitu takjil atau kolak serta lainnya. Masih ingat tahun lalu, bagaimana antusiasnya masyarakat yang dikomandani generasi ABG ini menawarkan takjil kepada masyarakat pengguna kendaraan yang melintas.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka-mereka yang menjual takjil pada umumnya selalu terlihat ramai bersama rekannya yang lain. Ada yang membawa mobil dan menaruhnya di bagasi lalu mengambilnya saat dijual. Ada pula yang membawa termos atau kardus yang berisikan berbagai jenis jajanan dan minuman.
Harga yang mereka tawarkan rata-rata dengan harga relatif murah. Tak ayal, lalu lintas di jalan pahlawan selalu macet ketika waktu akan menjelang berbuka. Mereka puasa, tentu sama dengan kita yang lagi puasa juga. Bedanya mereka berusaha menjadikan bulan puasa untuk melatih kemampuan mereka bersosialisasi dan entrepreneurship mereka. Suka citanya, saat mereka bercerita kepada rekan-rekannya, bahwa hari ini mereka bisa menjual semua dagangannya. Dukanya, ketika jualannya tak laku dan dimakan sendiri. Yah, kurang semangat. kata mereka.
Selain itu ada pula yang rela jauh-jauh dari luar kota hanya untuk ikut berjualan takjil selama bulan puasa. Dua orang wanita yang membawa termos merah ini mengatakan, ya sedikit nambah uang jajan untuk kelangsungan hidup sebagai mahasiswi dan mengisi waktu karna mereka tak pulang kampung.
Waktu terus berlalu tanpa ampun. Jalanan semakin macet. Aparat yang berjaga memang tak begitu menghiraukan keberadaan penjual-penjual takjil selama puasa. Yang penting, kemacetan dapat terhindarkan. Aparat sadar dengan ritual yang berjalan tiap tahun ini selalu begini. Bahkan beberapa kali gue lewat jalanan ini, aparat bahkan kadang tidak ada ditempat.
Sedangkan bagi masyarakat yang lain, jalanan pahlawan yang begitu ramai oleh kegiatan ini hanyalah sebuah tontonan menarik sekedar mengisi waktu yang terus berjalan sambil menunggu berbuka. Kadang ada juga masyarakat yang ngabuburit sambil membeli takjil para ABG ini. Apalagi kini, jalan pahlawan sudah disulap menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Pedestrian lebih bersih dan lebih tertata. Siapa sih yang nggak mau nongkrong tiap sore disana?
Mungkin Inilah yang mengakibatkan jalan pahlawan macet. Tapi ini harap dimaklumi mengingat bulan puasa, ritual ini selalu ada. Selain penjual-penjual takjil, ada pula masyarakat yang berprofesi sebagai penukar uang. Yah, keberadaan mereka sudah ada sejak pagi di ruas-ruas jalan pahlawan.
Inilah sedikit cerita mengenai penjual takjil di sudut kota kota Semarang. Memang jarang sekali menemukan pasar ramadhan disini, namun inilah serunya. Seluruh masyarakat turun ke jalan. Tua dan muda. Yang cantik dan cakep. Kadang, gue aja dapat kenalan disana. Selamat berbuka dan selamat menjalankan ibadah puasa.
Orginal Posting : Ritual Takjil di Jalan Pahlawan Tiap Bulan Puasa
—————————————————————————————-
Posting by Asmari

————————
blog : http://asmarie.blogdetik.com



