Liga Blogger Indonesia

Ngeblog dengan Rasa Kompetisi

Review film The Witness

Posted by dotsemarang On May - 2 - 2012

Lagi-lagi film indonesia bergenre trailer menghiasi Bioskop Indonesia, salah satunya adalah film yang berjudul The Witness. Yah, film ini mengisahkan tentang sebuah kesaksian dari seorang Asisten Manager Hotel bernama Angel (Gwen Zamora). Keluarga Angel berasal dari Filliphina, baru sekitar 10 tahun tinggal di Indonesia, dan Angel sendiri baru 3 bulan pindah dari Manila.

Film ini udah tayang di bioskop Indonesia sejak tanggal 26 April 2012. Film besutan sutradara Muhammad Yusuf ini menggunakan 3 bahasa, Indonesia, Inggris dan Filipina. Ceritanya sendiri dimulai dari penembakan dirumah Angel yang menewaskan Papa, Mama dan adik Angel yang bernama Safara beserta 2 pembantu dan 1 security. Angel sempat mengalami luka tembak, namun akhirnya dia selamat. Angel mengalami trauma dan sering mimpi-mimpi aneh tentang seorang pria yang bunuh diri dengan menembakkan senjata api ke mulutnya.

Selama dalam penyidikan polisi, mengisahkan Angel berusaha untuk mencari bukti siapa pembunuh yang membunuh semua anggota keluarganya itu. Safara adalah kunci dari kejadian itu, dia selalu menghantui Angel seakan-akan ingin memberi petunjuk siapa pembunuh keluarganya.

Angel melihat masa kecilnya bersama Safara, sampai ia menemuka sebuah gelang dan buku diary Safara dan dua foto adiknya itu bersama kekasihnya. Dibalik salah satu foto tersebut tertulis nama My Love Arief M. Angel melacak siapa pemilik nama Arief dan dimana dia tinggal. Dan ia berhasil menemukannya.

Angel memasukkan diary itu ke dalam kotak dan pergi ke hotel. Disana ia kembali mendapati bayang-bayang Safara. Sampai akhirnya ia sampai sebuah kamar nomor 962. Dan ia melihat bayangan Arief dan kekasihnya di kamar itu. Angel tersadar ketika seorang cleaning service mengejutkannya. Ia lalu menuju ke alamat yang ia temukan, rumah Arief.

Dengan takut, Angel masuk kerumah itu sampai akhirnya ia menemukan kamar Arief. Dikamar itu ia kembali menemukan sebuah petunjuk. Sebuah diary. Bayang-bayang kembali muncul. Ternyata Arief dan Safara sudah cukup lama menjalin hubungan, pada akhirnya Arief memperkenalkan Safara kepada Papa nya.

Film ini sangat layak ditonton bagi siapa saja yang menginginkan cerita yang berbeda dari kebanyakan. Namun sayangnya, animo masyarakat untuk film ini masih kurang. Terlihat dari kursi yang kosong saat saya menonton film ini kemaren (01/05). Padahal film ini banyak mendapat apresiasi luar biasa dari negara Asia, seperti Filipina.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • TwitThis

3 Responses to “Review film The Witness”

  1. Saya pikir keberadaan film horor khas Indonesia lambat laun akan tergantikan dengan genre lain yg lebih bernilai.

  2. Quasi tutto quello che si punta accade rivelata sorprendentemente preciso e che mi fa riflettere perch non aveva guardato in questa in questa luce in precedenza. Questo particolare ha fatto veramente accendere la luce per me, per quanto riguarda questa materia particolare va.

  3. Vielen Dank fr die Aufteilung der Artikel ber Bargeld. Das ist ein super Artikel. Ich genoss die Artikel viel beim Lesen. Thanks for sharing so einen wunderbaren Artikel. Ich mchte sagen, ich danke Ihnen sehr fr dieses tolle Informationen

Leave a Reply


About Me

Liga blogger Indonesia adalah kompetisi blog yang dibuat oleh dotsemarang untuk memberi semangat baru dalam menulis

Twitter

    Photos

    Activate the Flickrss plugin to see the image thumbnails!