Tanggal 9 Mei 2012 saya dan mariana mewakili dotsemarang beserta 40 orang peserta lainnya menghadiri undangan diskusi lembaga sensor film Indonesia yang berkerjasama dengan Idblognetwork dan blogger Nusantara, dengan tema Memperhatikan Peran serta Para Blogger dalam Menilai Film dan Konten. Betempat di Gedung Film Jalan MT Haryono, jakarta selatan.
Adapun peserta diskusi yang hadir antara lain, Relawan TIK, Internet Sehat, Blogfam, Dblogger (komunitas blogger Jakarta), blogger bogor, blogger jogja, Kofindo (komunitas pecinta film Indonesia Semarang). Dotsemarang (komunitas blogger Semarang), Blogger Makasar, admin FILM_Indonesia dan Blogger Tanggerang.
Acara diskusi dimulai pada jam 11.00 Wib di buka oleh bapak DR. Mukhlis PaEni Selaku Ketua Lembaga Sensor Film dan pemateri-pematerinya pun dari Lembaga sensor film, yaitu; Nyoman Widi Wisnawa, Akhlis Suryapati, Djamalul Abidin Ass, Dra. Rita Sri Hastuti, dan H. Firman Bintang (ketua Persatuan Produser Film Indinesia).
Sebelum Diskusi dimulai kami disuguhi tayangan beberapa adegan yang telah di potong oleh Lembaga Sensor Film, adapun adegan-adegan yang dipotong merupakan adegan yang mengandung Pornografi, Sara, dan kekerasan, sesuai dengan undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman Bab VI pasal 6.
Seteleh pemutaran tayangan adegan yang dipotong di lanjutkan dengan acara diskusi, yang lasung di lempar ke peserta untuk memberi pertanyaan yang nantinya akan di diskusikan, pertama yang pertama berkaitan dengan adanya judul film yang akhir-akhir ini kurang wajar saja, seperti hantu puncak datang bulan, pocong kesurupan, dll, menurut penuturan bpk. Firman selaku Ketua persatuan Produser film Indonesia, judul film-film yang agak sedikit aneh memang sengaja di buat agar menimbulkan rasa penasaran di masyarakat, yang nantinya akan berdampak ditontonnya film tersebut.
Seorang peserta bertanya mengenai film yang ditonton oleh anak-anak padahal film tersebut ditujukan untuk film dewasa. Dia bertanya kenapa kejadian itu bisa lolos. Menurut penuturan Bpk. Firman juga, Sebenarnya dulu ada pada pasal 8 yang isinya Pihak bioskop bertanggung jawab atas klasifikasi penonton, tapi entah mengapa pasal itu di hapus oleh DPR.
Memang Lembaga Sensor Film adalah lembaga yang di percaya masyarakat untuk meng filter film-film yang nantinya akan beredar, tapi menurut penuturan Bpk. Nyoman diharapkan masyarakat juga melakukan sensorship.
Bpk. Djamlun menyampaikan bahwa, dalam mengsensor film harus memperhartikan aspek-aspek diantaranya yaitu; Aspek Agama, Aspek Sosial Budaya, Aspek Ketahanan, serta Aspek Ketertiban Umum.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 wib, dimana diskusi pun berakhir. Dan masih ditempat yang sama, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, ada kaos, buku, tiket nonton, dan DVD Film Indonesia.
Setelah pembagian doorprize usai maka acara dilanjutkan dengan menonton Film Indonesia yang paling banyak mendapatkan penghargaan di masanya yaitu film tahun 1988 yang berjudul Pacar Ketinggalan Kereta yang di bintangi oleh Alex Komang, Ayu Azhari, Nurul Arifin, Only Alexander, dll.
Film selesai maka acarapun di tutup, dan setelah acara diskusi Lembaga Sensor film selesai saya langsung menuju stasiun kereta api senen jakarta pusat untuk kembali ke kota semarang. Dari acara diskusi ini saya mendapatkan suatu pesan yaitu, Kalau bukan diri kita sendiri lalu siapa yang akan memajukan Perfilm-an Indonesia. Ayoo cintai negara ini dengan menonton film karya anak bangsa. J
Posted by
@amar_1401




Hidup film Indonesia, cintai karya sendiri
Wah acaranya seru nih. Moga perfilm-an Indonesia lebih maju tanpa ada unsur mistik dan pornografi
cintai dan hargai produk indonesia
smoga dengan adanya pertemuan ini akan besar mamfaatya untuk perpileman indonesia
ya,,betull,,kita harus mendukung dengan adanya sensor film,,karena semakin kesini film indo yang ” horor ” justru lebih banyak menampilkan hal yang tak senonoh,,selain itu kita juga harus ambil sikap dengan memfilter film yang patut di tonton,,,khususnya anak di bawah 17 tahun..
keren mas broo, qw baru tahu kalau lembaga sensor film berdiskusi dengan para blogger
pasti acaranya seru !!
kalau ini lembaga sensor yang punya inisiatif mengadakan acara diskusi, lain kali komunitas blogger harus mempunyai inisiatif acara yang lain, yang intinya juga berbicara maslah sensorship. ini hal serius yang harus kita pikirkan bersama, karena masalah perfilman mempunyai dampak yang cukup cepat dan besar.
Menarik, mas. Cukup dengar saja sudah dapat membayangkan begitu asiknya event yang diadakan bahkan sampai semua para bloggers ikut serta. Salam sukses buat semua, terutama perfilman Indonesia yang sudah semakin nggak jelas. Indahnya berbagi.
LEMARI CINTA
Membantu Kamu dan Doi Selalu Tampil Beda Dalam Setiap Suasana
semoga lembaga sensor film bs menjalankan job desc nya dengan penuh tanggung jawab sehingga ga ada lagi film indonesia yang vulgar yang tayang di bioskop…
Vielen Dank fr die Aufteilung der Artikel ber Bargeld. Das ist ein super Artikel. Ich genoss die Artikel viel beim Lesen. Thanks for sharing so einen wunderbaren Artikel. Ich mchte sagen, ich danke Ihnen sehr fr dieses tolle Informationen
sangat bermanfaat sekali infonya bisa menambah informasi saya, sukses selalu
kren sekali, wah pengen banget ikutan ….??
bermanfaat banget nih dengan adanya diskusi