Bertahanlah, terus berjalan. jangan pernah berpikir untuk menyerah. Bulan ini, kami mengangkat artikel khusus untuk kolom sosok inspirasi dari rekan kami sendiri. Seorang yang telah berhasil melewati masa-masa sulitnya sebagai mahasiswa. Spesial kami berikan untuk mengingatkan kami dan teman-teman bahwa wisuda itu penting.
Akhir bulan april kemarin, salah satu dotters telah mendapatkan gelar sarjananya di kampus Unisbank Semarang. Siapa dia? Dia adalah Elafiq yang beberapa saat lalu sempat merubah nama akun twitternya menjadi @mengejartoga. Mungkin seru namanya tapi adakah diantara teman yang sensitif dengan kata mengejar toga?
Wisuda menurut Elafiq
Bernama lengkap Ahmad Taufik (23), rekan kami yang berasal dari Jepara ini telah mengikuti wisuda di kampus Unisbank. Disana ia bersama 450 peserta dari program diploma, profesi, sarjana dan pascasarjana telah disematkan menjadi wisuda yang ke-67. Lalu, seperti apa yah kira-kira perasaannya setelah di wisuda?
Rekan kami hanya menjawab santai. Terlihat dari senyumnya saat kami wawancarai. Baginya wisuda bukanlah sesuatu yang spesial, karena ia merasa itu adalah tanggung jawab setelah mendapat gelar itu lebih penting. Ketika ia bercerita di hari dimana ia wisuda, ia merasa tak ada sesuatu yang berbeda.
Semuanya dipersiapakan sendiri, seperti biasa ketika ia hendak berangkat ke kampus untuk kuliah. Sekarang setelah wisuda dan menjadi sarjana, ia teringat dengan perjuangan dengan skripsi di semester 5. Eh kok jadi curcol ya…. hehehe.
Cerita dibalik @mengejartoga
Ada hal unik dari rekan kami ini mengenai akunnya yang tiba-tiba berganti dari @Elafiq menjadi @mengejartoga. Elafiq bercerita, @mengejartoga awalnya adalah sebuah hastag. Di twitter hastag mempunyai rahasia penuh arti, seperti motivasi atau memberi tekanan bercerita Karena ia menggunakan hastag itu sebagai nama akun berawal dari keisengannya. Dan ia mengggunakan @mengejartoga sampai mendapat toga, dan sekarang ia sudah kembali menjadi @Elafiq.
Ternyata @mengejartoga menuai banyak konsekuensi dari teman dan followersnya, seperti banyak yang mengunfollow karena galau skripsi dan banyak yang menganggap mengejar toga sebagai spam. #akukudupie tuips. *mukamelas.
Tentang motivasi
Lalu, pembelajaran apa yang bisa kami dan teman-teman petik dari kisah rekan kami ini. Hidup adalah perjuangan. Apakah berjuang demi skripsi butuh motivasi? Menurut Elafiq kita tidak butuh motivasi, karena motivasi sudah ada dimana-mana, sering diulang-ulang dan banyak yang berasal dari kutipan. Motivasi itu sebenarnya dari diri kita sendiri. Jika melihat disekitar kita, banyak yang menunggu untuk berbuat setelah ia mendapatkan motivasi. Motivasi yang sebenarnya adalah menyelesaikan tanggung jawab kepada orang tua.
Yups, itulah sedikit sharing rekan kami untuk kita semua. Sekali lagi Terimakasih @Elafiq. Selamat berjuang di dunia baru lagi
Posted by

@moiismy




ihh wow ihh wow…
hay hay hay…
Welcome to the jungle…
bakal ganti lagi jadi@mengejarjob nggak?
Vielen Dank fr die Aufteilung der Artikel ber Bargeld. Das ist ein super Artikel. Ich genoss die Artikel viel beim Lesen. Thanks for sharing so einen wunderbaren Artikel. Ich mchte sagen, ich danke Ihnen sehr fr dieses tolle Informationen