Dotsemarang hadir di lokakarya desa membangun di desa Dawuhan yang terletak di wilayah timur kabupaten Banyumas. Acara ini diselenggarakan selama 2 hari, dari tanggal 13-14 Juli. Bertempat di Pendopo Museum Kalibening, acara ini sendiri bertujuan untuk pertemuan antar desa membangun.
Gerakan Desa Membangun (GDM) terus menebarkan sayapnya ke beberapa desa. Trend membangun desa memang sangat efektif untuk kemajuan sebuah desa yang masih jauh dari jangkauan pemerintah alias memandang sebelah mata.
Saya tiba sekitar pukul 9 pagi dengan menggunakan kendaraan roda dua. Mewakili atas nama dotsemarang, saya beserta rekan saya juga mewakili Relawan TIK regional Jawa Tengah, khususnya Semarang.
Mobil mplik sudah stay disana dengan warna birunya. Beberapa orang tampak sibuk dengan tugasnya masing-masing. Di acara lokakarya ini bukan saja dihadiri beberapa perwakilan desa sekitarnya, tapi juga beberapa pejabat pemerintah yang ternyata baru pertama datang ke desa ini.
Desa Dawuhan terkenal dengan makam-makam bersejarahnya sehingga tidak menutup kemungkinan Desa ini bisa disebut desa Wisata Budaya Religius. Selain kehadiran para perangkat desa, komunitas blogger Banyumas sebagai pendamping GDM pun turut serta di acara ini.
Pengukuhan Relawan TIK Tingkat Desa
Ada yang menarik disini setelah sholat jumat. Untuk pertama kalinya, Relawan TIK, yang dihadiri langsung Mas Banyumurti, selaku ketua RTIK, beserta mas Bambang Asmoro dari Dirjen APTIKA, melantik Relawan TIK tingkat Desa.

Penyematan dilakukan langsung oleh beliau-beliau, termasuk mas Suryaden yang turut hadir diantara Relawan baru ini dengan memasang Pin di pakaian mereka.
Nyekar makam Mbah Kali Bening
Peserta, termasuk kami, diajak oleh panitia untuk mengikuti rangkaian kegiatan lainnya yaitu nyekar alias ziarah di makam mbah kali Bening yang yang umurnya sudah ratusan tahun dan masih terpelihara dan terawat dengan baik.

Untuk menempuh lokasi, kami harus berjalan kaki menempuh tanjakan yang cukup melelahkan tubuh. Disini ada sebuah sumur yang konon katanya berkhasiat dan menyegarkan.
Syukuran
Malam harinya, seluruh peserta diajak makan malam bareng dengan ritual ala desa dawuhan. Menarik bukan jika melihat dari foto dibawah ini. Suasana kekerabatan dan kebersamaan tumpah ruah di malam harinya.
Acara rupanya masih lanjut dengan penampilan kesenian Banyumas.
Itulah rangkaian kegiatan di hari pertama lokakarya gerakan desa membangun desa dawuhan. Masih ada satu hari lagi sebenarnya, rangkaian kegiatan disini, namun sayangnya, kami harus pergi malam harinya untuk pulang ke Semarang.
Posted by Asmari
Baca lainnya :
Lokakarya desa membangun di desa dawuhan banyumas




