Minggu (18/12), komunitas Satoe Atap launching basecamp baru-nya yang terletak di banjarsari no.36, depan kantor kelurahan Tembalang. Ditengah hujan yang mengguyur Semarang, beberapa perwakilan turut hadir untuk mensupport acara ini. Beberapa komunitas yang hadir diantaranya seperti teater EMKA, orat-oret, yayasan Ciptaku, dan lainnya serta kita dari dotsemarang. Untuk diketahui, Satoe Atap adalah komunitas yang fokus untuk membina anak-anak kurang mampu yang berada di Semarang.
Dalam acara ini, Etha Farida, staf litbang dari satoe atap, yang menjadi MC sore hari itu menyambut hangat kedatangan para komunitas yang bersedia hadir untuk ikutan melaunching tempat baru satoe atap. Selain launching, Etha juga memberitahukan manfaat dari tempat ini seperti nyediakan tempat untuk mahasiswa yang ingin fotocopy tugas, nongkrong bareng, pemesanan (kaos, jaket dsb), nyewa buku dan masih banyak lagi. Semua yang ada disini, boleh digunakan tapi harus tetap bayar. Dan pemasukan ini akan menjadi sumbangan terbesar bagi adek-adek di satoe atap.
“Jadi, selain bisa dimanfaatkan bagi teman-teman untuk kegiatan positif tempat ini, kalian bisa beramal juga sekaligus“, Kata Etha.
Yang menarik disini adalah kehadiran dari pak Muriyanto beserta istri dari yayasan Ciptaku, yang mensupport satoe atap. Dengan sama-sama dalam gerakan sosial ke masyarakat ini, tentu dukungan seperti ini sangat dibutuhkan. Pak Mur yang juga penulis ini memberikan semangat kepada satoe atap dan yang hadir semua, kebanyakan mahasiswa ini, bahwa semua berawal dari mimpi dan semua harus ceto’ alias jelas. Dengan begitu maka semuanya pasti bisa terwujud.
Program terbaru yang menarik dari satoe atap adalah program “ONE FOR ONE“. Dimana program ini intinya adalah menjadi orang tua asuh yang tujuannya teman-teman bisa menjadi orang tua asuh dianatara anak-anak yang dibina di satoe atap. Program ini sangat baik karena bisa memantau perkembangan anak asuh kita nantinya agar terus mendapatkan pendidikan yang layak nantinya.
Lalu, di sesi sharing komunitas, beberapa perwakilan komunitas mengenalkan diri dan memberikan banyak apresiasi dengan adanya launching ini. Kita (dotsemarang) juga cukup menyambut dengan tangan terbuka untuk bisa bekerja sama dengan satoe atap karena selama ini, banyak orang bertanya soal satoe atap dari blog kita, kata asmari yang hadir menggunakan baju warna kuning. Diharapkan, semua kegiatan satoe atap, siap di share di dotsemarang dan dengan begitu orang dari luar kota Semarang, pemerintah dan pihak lainnya bisa tahu tentang satoe atap.

Ada yang mencuri perhatian di sesi sharing, yaitu kehadiran perempuan muda yang berjilbab ini menceritakan pengalamannya menjadi guru di pedalaman Majane, Sulawesi. Atika yang lulusan UNDIP 2010 ini dan alumni satoe atap juga ini bisa menjadi guru yang dikirim pedalaman karena tergabung dalam Indonesia Mengajar (IM). Atika banyak menceritakan pengalaman menariknya selama disana. Pola bahasa, lingkungan dan lainnya. Satu sisi yang akan menjadi kenanganya adalah wajah-wajah muridnya yang selalu diingat. Masa kerja menjadi guru hanya satu tahun dan akan digantikan dengan guru-guru lainnya yang baru.
Acara terkahir dilanjut dengan pemotongan tumpeng nasi kuning oleh koordinator (ketua) Satoe Atap, Janu. Dengan 21 pengurus saat ini, satoe atap berharap tempat ini bisa menjadi bermanfaat bagi teman-teman, masyarakat dan juga bangsa Indonesia. Menuliskan kesan dan pesan di daun yang sudah disediakan, cukup menarik perhatian tentunya. Nah, semoga satoe atap bisa terus bermanfaat bagi kota Semarang khususnya anak-anak yang butuh pendidikan.

Alamat Satoe Atap
di Banjarsari no.36, depan kantor kelurahan Tembalang, Semarang
Call Centre : 085726960009